Translate

Jumat, 23 November 2012

Misteri Ajal.............



Seperti biasaynya Yanto yang berprofesi sopir, mantan anak buah istri saya setiap mudik ke Pekalongan selalu mampir ke rumah. Biasanya untuk pulang ke jakarta dia pinjam mobil dan kebetulan salah satu dari kami akan ikut untuk sekedar nengok rumah kami di Jakarta.

Minggu tanggal 18 Novermber 2012 yang lalu Yanto pulang kampung untuk mengurus eKTP, dia bercerita kalau dia akan kembali ke Jakarta 21 November, menawarkan diri kalau mau ke Jakarta bareng dengan dia menggunakan mobil kami. Karena memang mobil kami biasanya kami taruh di rumah Jakarta satu untuk stand by barang kali diperlukan. Istri saya menyiapkan barang dagangan berupa baju dan rok batik untuk dibawa ke Jakarta dan dia juga ikut untuk arisan di Jakarta.

Tiba tiba istri saya merasa malas untuk pergi, padahal biasanya dia semangat karena akan bertemu teman teman/tetangga lama di Jakarta untuk arisan bulanan sambil dagang batik. Biasanya 90 persen dagangan kami laku di acara arisan tersebut. Karena istri tidak jadi pergi, dia menyuruh saya pergi bersama Yanto untuk mendistribusikan dagangannya ke teman teman yang akan arisan. Awalnya saua mau. Saya juga sudah calling calling teman teman di Jakarta untuk menyusun acara pertemuan dan biasanyha saya dan teman teman jalan jalan ke Glodok untuk beli komponen elektronika atau ke toko komputer second branded untuk mencari komputer bekas tapi canggih buat warnet. Entah mengapa saya juga tiba tiba malas dan tidak bergairah untuk pergi, lagian anak saya mau ulangan umum sementara mata pelajaran Mathematika, Fisika dan Kimia menjadi tanggung jawab saya untuk persiapannya. Akhirnya saya batal pergi tapi barang dagangan akan dibawa Yanto ke Jakarta untuk di drop di tempat arisan.

Hari Selasa 21 November malam Yanto datang ke rumah (Pekalongan) dia siap mau pulang ke Jakarta. Karena kami (saya dan atau istri) tidak jadi ikut maka saya menyarankan ga usah bawa mobil, mendingan naik kereta atau bus malam lebih nyaman, apalagi Yanto esok harinya mesti ngantor. Tapi Yanto bersikukuh untuk nyetir sendirian (hal ini memang sudah sering dilakukan beberapa kali). Akhirnya malam itu kami melepas kepergiannya menggunakan mobil carry Real Van (th 2007). Yanto bertolak sekitar jam 2130 wib.

Jam 0310 dini hari (Rabu, 22 November 2012) kami mendapat telpon dari orang yang tidak kami kenal, mengabarkan bahwa Yanto mengalami kecelakaan di Pemanukan... istri saya langsung ngchek keadaan Yanto. Itu yang pertama ditanyakan. HP yang sedang online diberikan kepada Yanto..dia bilang "saya tidak apa apa Bu...tapi mobil Ibu hancur...!!!" istri saya menjawab sudah jangan pikirkan mobil yang penting kamu tidak apa apa. "iya bu tidak apa apa cuma ada tulang rusuk yang retak atau patah mungkin..." Kami terus memantau perkembangannya....


Pagi pagi hari itu juga saya dan teman saya pergi menuju Pemanukan, sesampai di TKP sekitar jam tiga sore, langsung bertemu Yanto, dia kelihatan baik baik saja cuma sedikit lecet.. terus saya melihat kondisi mobil yang sudah dipindahkan ke Pos Polisi... Jreeeng.........betapa kagednya saya mobil benar benar hancur, tempat duduk sebelah sopir, dashboard nempel dengan sandaran kursi (sama sekali tidak ada space) kalau saya atau istri saya ikut pergi...hampir pasti MATI gepeng...!!! lemes dengkul saya melihat kondisi mobil. Di kursi sopir tinggal menyisakan sedikit space untuk yanto. Rupanya Yanto ngantuk...dengan kecepatan tinggi dia tertidur nabrak truk pasir di depannya dan mobil terpelanting ke kanan...terbalik semua kaca pecah. Di bagian depan mobil seperti mobil mobilan dari kertas yang diremas ...tidak berbentuk. Chasis tengah melipat melengkung ke atas. Setelah urus san urus sini di kepolisian kami antar Yanto ke rumah sakit Jakarta, dari hasil rongen ada tulang rusuk paling atas dekat bahu patah satu, tapi kata dokter tulang tidak membayakan. Alhamdulillah....

Saya dan istri merenung...betapa hidup dan mati itu memang benar benar misteri ilahi. Tuhan masih memneri kami kesempatan untuk hidup lebih lama. Sekarang saya sedang nego harga dengan bengkel di Jakarta untuk menderek dan membetulkan mobil yang hancur berantakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar