Translate

Rabu, 13 Mei 2015

Pemutar Piringan Hitam (Turntable) - Samsung

Pada suatu sore sekitar jam 15 WIB saya iseng iseng blusukan ke pasar Loak di kota Pekalongan. Pada waktu itu hari Jumat suasana pasar begitu ramai dan hiruk pikuk. Saya paksakan naik motor menyusuri lorong demi lorong. Tiba tiba mata terkunci melihat seorang pedagang sedang membersihkan piringan hitam. Tapi karena suasana sangat crowded saya tidak bisa berhenti, motor harus terus melumcur. Saya pun akhirnya berhenti karena ada tempat sedikit lowong, saya parkir motor saya di situ. Saya berjalan ke arah berlawanan mencari piringan hitam tadi. setelah berjalan sekitar 20 meter ketemu lapak piringan hitam tadi. Saya memberi salam kepada penjualnya dan berkenalan sambil ngobrol. Saya tanyakan apakah player piringan hitam di bawah ini masih berfungsi? dia jawab masih masih, ini saya baru bersihkan piringannya. Dengan cekatan dia memasang piringan hitam ke player yang sudah lusuh dan ga karuan wujudnya. Dengan tenangnya dia switch ON...piringan ga mau muter, dia bingung sambil mengotak atik stop kontak dan kabel powernya, tidak bisa. Iseng saya colek arah memutar piringan hitam...dan berputarlah piringan hitam. Dia senyum sambil memasang jarum ke piringan hitam....ces....krek krek...bunyi lagu tapi tidak jelas, terus dia tambahkan batu kecil di atas jarum untuk pemberat...dan bunyi mengalun lagu Hero witney Houston.

Sambil menikmati lagu saya amati player dengan membersihkan debu ingin melihat merknya. Wow ternyata merknya Sunny. Saya tahu ini merk SONY kw...! Tapi suaranya lumayan bagus. Hampir satu lagu saya terdian, Saya tanya : Pak apa masih punya player lain? dengan cepat dia bilang ada, merk Samsung (wah mendingan merknya dari pada Sunny batin saya). Diapun mengeluarkan player ukuran besar dengan rupa yang begitu dekil berdebu dan banyak rumah laba labanya. Dengan sabar saya lap sambil memperhatikan apakah fisiknya ada cacat. Ternyata fisiknya masih mulus, juga tutup akriliknya masih bening walaupun hanya saya lap pakai tangan sambil lalu. Saya tanya ini mau dijual berpa Pak? Dia nyahut sebenarnya saya tidak tahu kondisi barang ini. Sejak saya dapat dari tukang lowak.Kelihatannya sih tidak ada jarumnya.

Saya perhatikan ternyata ini jenis kompo yang terdiri dari Tape double deck, equaliser dan amplifier, radio 3 band dan palinga atas turntable. (gambar menyusul). Gimana Pak jadi berapa mau dijual. Singkat cerita setelah tawar menawar saya setuju membeli. Sampai di rumah Kompo tersebut saya bersihkan sampai mengkilap seperti baru. Saya senang lihat penampilannya hitam legam sangat elegan. Pelan pelan kabel power saya colok ke sumber listrik, saya switch ON PHnya diam saja, terus saya gerakkan tangkai jarumnya ke tengah PH dan...berputar. Saya coba nyalakan tape eh...jalan juga, radio juga bunyi, tapi lai gelombangnya putus. Ah...lumayan.

 Iseng iseng tempat jarum saya pasangi staples yang difungsikan sebagai jarum. Begitu jarum saya tempelkan ke PH yang sedang berputar...krek krek...bunya lagu Masachusete the Beegees. Betapa gembiranya saya, tapi karena jarumnya asal asalan bunyinya tidak jernih. Tinggal cari jarum yang bagus compo ini akan JOSS...! Saya ceritakan ini karena saya selama 40 tahun terobsesi ingin punya turntable, karena waktu kecil saya pernah melihat orang kaya menikmati musik dengan alat ini. Sejak saat itu saya memendam keinginan yang teramat sangat memiliki benda tersebut. Dan....akhirnya saya punya...he he he kasihan ya....!!!