Translate

Jumat, 30 November 2012

Musik Pengiring Tutupnya KOLEKSI MUSIK[KU] di MP

Album Genesis ini menandai eksistensi Genesis tanpa Peter Gabriel dan menobatkan Phil Collins sebagai lead vocal. Setelah ini Genesis tampil lebih ngepop dan lebih pro market ketimbang idialisme bermusik.


Mengiringi penutupan "KOLEKSI MUSIK[KU] di MP

Rabu, 28 November 2012

Middle Of The Road

Middle Of The Road adalah group band yang sangat mirip ABBA, sampai sampai ABBA dianggap meniru mereka karena memang mereka lebih dulu dari ABBA.
Lagu ini mengingatkan saya sewaktu saya masih balita...

Selasa, 27 November 2012

senyum dikit ah.....

Sakwijining dino, Santoso sing nembe dadi dokter oleh tugas seko kepalane,dadi dokter bantuan neng puskesmas ndeso..

Pasien pertamane jenenge Sumiyatun,sing nggendong bayi cilik kuru,kaliren,ketoke kurang gizi.. Santoso : "lare niki biasane mimike susu formula nopo ASI bu?"
Sumiyatun : "ASI pak dokter.."
Santoso : "kok ketoke lare niki kurang gizi bu... Cobi kulo tingali ASI-nipun ibu.."
Sumiyatun manut trus mbukak klambine sithik..

Santoso : "nuwun sewu bu,.kulo cepeng nggeh? Kaliyan ngecek wonten gangguan mboten.." Sumiyatun bingung tapi yo manut..

Santoso : "sae sae mawon kok bu.. Cobi kulo sedote nggeh..medal mboten ASI-nipun.."
Sumiyatun soyo bingung tapi yo... Manut.. Sumiyatun : "sampun dereng dok?"

Karo klametan... Santoso nyauri, "kok mboten medal ASI-nipun bu?" Sumiyatun : "nggih jelas mboten medal dok,.wong kulo niki simbahe.=D =)) ..

 Ooalah ketiwasan...!!!

Sabtu, 24 November 2012

ColdPlay - A Rush Of Blood To The Head

Bagi Anda penggemar musik progressive rock tentu tidak akan melewatkan kehadiran Coldplay. Review tentang band ini dan album ini dapat anda temukan disini


Kalau mau ambil satu album ini dalam format mp3 yang dipack dengan winrar dapat anda ambil disini

Jumat, 23 November 2012

Misteri Ajal.............



Seperti biasaynya Yanto yang berprofesi sopir, mantan anak buah istri saya setiap mudik ke Pekalongan selalu mampir ke rumah. Biasanya untuk pulang ke jakarta dia pinjam mobil dan kebetulan salah satu dari kami akan ikut untuk sekedar nengok rumah kami di Jakarta.

Minggu tanggal 18 Novermber 2012 yang lalu Yanto pulang kampung untuk mengurus eKTP, dia bercerita kalau dia akan kembali ke Jakarta 21 November, menawarkan diri kalau mau ke Jakarta bareng dengan dia menggunakan mobil kami. Karena memang mobil kami biasanya kami taruh di rumah Jakarta satu untuk stand by barang kali diperlukan. Istri saya menyiapkan barang dagangan berupa baju dan rok batik untuk dibawa ke Jakarta dan dia juga ikut untuk arisan di Jakarta.

Tiba tiba istri saya merasa malas untuk pergi, padahal biasanya dia semangat karena akan bertemu teman teman/tetangga lama di Jakarta untuk arisan bulanan sambil dagang batik. Biasanya 90 persen dagangan kami laku di acara arisan tersebut. Karena istri tidak jadi pergi, dia menyuruh saya pergi bersama Yanto untuk mendistribusikan dagangannya ke teman teman yang akan arisan. Awalnya saua mau. Saya juga sudah calling calling teman teman di Jakarta untuk menyusun acara pertemuan dan biasanyha saya dan teman teman jalan jalan ke Glodok untuk beli komponen elektronika atau ke toko komputer second branded untuk mencari komputer bekas tapi canggih buat warnet. Entah mengapa saya juga tiba tiba malas dan tidak bergairah untuk pergi, lagian anak saya mau ulangan umum sementara mata pelajaran Mathematika, Fisika dan Kimia menjadi tanggung jawab saya untuk persiapannya. Akhirnya saya batal pergi tapi barang dagangan akan dibawa Yanto ke Jakarta untuk di drop di tempat arisan.

Hari Selasa 21 November malam Yanto datang ke rumah (Pekalongan) dia siap mau pulang ke Jakarta. Karena kami (saya dan atau istri) tidak jadi ikut maka saya menyarankan ga usah bawa mobil, mendingan naik kereta atau bus malam lebih nyaman, apalagi Yanto esok harinya mesti ngantor. Tapi Yanto bersikukuh untuk nyetir sendirian (hal ini memang sudah sering dilakukan beberapa kali). Akhirnya malam itu kami melepas kepergiannya menggunakan mobil carry Real Van (th 2007). Yanto bertolak sekitar jam 2130 wib.

Jam 0310 dini hari (Rabu, 22 November 2012) kami mendapat telpon dari orang yang tidak kami kenal, mengabarkan bahwa Yanto mengalami kecelakaan di Pemanukan... istri saya langsung ngchek keadaan Yanto. Itu yang pertama ditanyakan. HP yang sedang online diberikan kepada Yanto..dia bilang "saya tidak apa apa Bu...tapi mobil Ibu hancur...!!!" istri saya menjawab sudah jangan pikirkan mobil yang penting kamu tidak apa apa. "iya bu tidak apa apa cuma ada tulang rusuk yang retak atau patah mungkin..." Kami terus memantau perkembangannya....


Pagi pagi hari itu juga saya dan teman saya pergi menuju Pemanukan, sesampai di TKP sekitar jam tiga sore, langsung bertemu Yanto, dia kelihatan baik baik saja cuma sedikit lecet.. terus saya melihat kondisi mobil yang sudah dipindahkan ke Pos Polisi... Jreeeng.........betapa kagednya saya mobil benar benar hancur, tempat duduk sebelah sopir, dashboard nempel dengan sandaran kursi (sama sekali tidak ada space) kalau saya atau istri saya ikut pergi...hampir pasti MATI gepeng...!!! lemes dengkul saya melihat kondisi mobil. Di kursi sopir tinggal menyisakan sedikit space untuk yanto. Rupanya Yanto ngantuk...dengan kecepatan tinggi dia tertidur nabrak truk pasir di depannya dan mobil terpelanting ke kanan...terbalik semua kaca pecah. Di bagian depan mobil seperti mobil mobilan dari kertas yang diremas ...tidak berbentuk. Chasis tengah melipat melengkung ke atas. Setelah urus san urus sini di kepolisian kami antar Yanto ke rumah sakit Jakarta, dari hasil rongen ada tulang rusuk paling atas dekat bahu patah satu, tapi kata dokter tulang tidak membayakan. Alhamdulillah....

Saya dan istri merenung...betapa hidup dan mati itu memang benar benar misteri ilahi. Tuhan masih memneri kami kesempatan untuk hidup lebih lama. Sekarang saya sedang nego harga dengan bengkel di Jakarta untuk menderek dan membetulkan mobil yang hancur berantakan.

Kamis, 22 November 2012

We Will Not Go Down


Michael Heart adalah salah satu dari jutaan orang di dunia ini yang tersentuh menyaksikan serangan membabibuta israel ke wilayang Palestina di Gaza pada akhir 2008 dan awal 2009. Lagu we will not go down pun lahir sebagai dukungannya buat korban yang mencapai 1300 lebih saat itu.

Pekan lalu saat Gaza kembali menjadi target serangan demi serangan yang dilancarkan militer israel, lagu ini pun kembali sering kita dengar. Berbagai tayangan televisi, setidaknya di Indonesia berulang kali menggunakan lagu ini sebagai back sound footage yang menggambarkan kekejaman israel kepada bangsa Palestina dengan dalih membela diri atau melindungi rakyatnya...(bullshit...!!!)

Michael Heart lahir di Suriah tumbuh di Swiss - Austria dan akhirnya Amerika. Michael adalah anak duta besar di Suriah ini memiliki nama asli Annas Allaf. Dia adalah lulusan dari sebuah lembaga pendidikan di bidang rekaman audio di Los Angels. Dia menggunakan nama panggungnya Michael Heart untuk album musiknya yang bergenre pop/rock sejenis Bryan Adams.

Michael kecil belajar bermain gitar dan piano pada usia 10 tahun. Kemampuannya mencipta karya musik dan keahliannya di bidang recording sound engineer membuatnya sering bekerja sama dengan musisi dunia seperti Phil Collins, David Foster, Al Jerreau dan lain lain. (disadur dengan sedikit perubahan redaksional dari Republika,23 November 2012)

We Will Not Go Down....!!!

Sabtu, 17 November 2012

Paduan Suara

Lima tahun terakhir ini saya banyak mengamati paduan suara terutama lagu lagu daerah. Di Indonesia ini banyak lagu daerah setelah di aransemen menjadi suara SATB ternyata sangat enak dinikmati. Silahkan nikmati pagelaran paduan suara berikut ini Janger ITB ITB Choir sang Janger, a Balinese traditional song, arranged by Budi Susanto Yohanes. This was the fourth and last song performed in the final round of Folklore Acappela Category -- World Choir Games 2006 in Xiamen, China. After winning the qualification round, ITB Choir won a silver medal in the final round and was ranked in the tenth place. Janger La CaƱada High School Chamber Singers Gundul Gundul Pacul Lagu ini diciptakan oleh R.C Hardjosoebroto dan diarransement oleh pelatih & interpreter PSM Voca Erudita Universitas Sebelas Maret, yakni Drs.Wahyu Purnomo. lagu ini dibawakan pertama kali pada waktu A Voyage of Song 2009 di Malaysia, Voca Erudita mendapat predikat Grand Champion kategori Folklore dengan Nilai 91 dengan Gold Grade A. kemudian dibawakan lagi pada waktu 1st Parahyangan International Chamber Choir Competition dan mendapat peringkat II dengan jumlah nilai 89.30.

The Choice

Buku karya Ahmed Deedat ini lebih banyak mengupas tentang Al KItab (baca: Injil) dengan prespektif logika. Buku ini sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa di dunia dan sempat menjadi buah bibir di kalangan ahli agama samawi. Mantan presiden AS  Bill Clinton dikabarkan juga penasaran dan baca buku ini juga,

Setelah membaca buku ini saya jadi lebih mengerti bagaimana kerangka berpikir orang kristen dalam hal keimanan. Sehingga saya jadi lebih memahani teman teman saya yang beragama kristen, yang pada gilirannya saya jadi lebih toleran.

Bagi orang kristen yang ultra fanatik, buku ini bisa jadi dianggap provokasi. Walaupun sudah lebih sepuluh tahun buku ini diterbitkan. saya belum menemukan bantahan atas penafsiran versi Ahmaed Deedat ini, baik dari pihak ahli agama kristen maupun gereja, Yang jelas isi buku ini 90 persen tentang isi Al Kitab yang dikutip sebagaimana adanya tanpa pemalsuan atau pemenggalan sehingga merubah arti. seperti banyak dilakukan oleh para pendeta kristen kalau mengutip ayat Al Quran.

Anda bisa menemukan buku The Choice ini di link berikut:

http://www.oocities.org/thechoice_05/ahmad.htm

Kamis, 01 November 2012

ANDAI HARI INI AKU DIMAKAMKAN Karya : Remy Soetansyah 1 Mei 2012 Hari ini ku mati, Perlahan... Tubuhku ditutup tanah. Perlahan... Semua pergi meninggalkanku... Masih terdengar jelas langkah² terakhir mereka, Aku sendirian, Di tempat gelap yg tak pernah terbayang, Sendiri, Menunggu pertanyaan malaikat... Belahan hati, Belahan jiwa pun pergi. Apa lagi sekedar kawan dekat atau orang lain. Aku bukan siapa² lagi bagi mereka... Sanak keluarga menangis, Sangat pedih, Aku pun demikian, Tak kalah sedih... Tetapi aku tetap sendiri, Disini, menunggu perhitungan. Menyesal sudah tak mungkin. Tobat tak lagi dianggap, Dan maaf pun tak bakal didengar, Aku benar² harus sendiri... Ya Allah,, Jika Engkau beri aku 1 lagi kesempatan, Jika Engkau pinjamkan lagi beberapa hari milikMU, Untuk aku perbaiki diriku, Aku ingin memohon maaf pada mereka... Yg selama ini telah merasakan zalimku, Yg selama ini sengsara karena aku, Tersakiti karena aku... Aku akan kembalikan jika ada harta kotor ini yg telah kukumpulkan, Yg bahkan kumakan, Yaa Allah beri lagi aku beberapa hari milik-Mu, Untuk berbakti kepada ayah & ibu tercinta... Teringat kata² kasar & keras yg menyakitkn hati mereka, Maafkan aku ayah & ibu, mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayangmu, Beri juga ya Allah aku waktu untuk berkumpul dgn keluargaku, Menyenangkan saudara²ku.. Untuk sungguh² beramal soleh. Aku sungguh ingin bersujud dihadapan-Mu lebih lama lagi.. Begitu menyesal diri ini. Kesenangan yg pernah kuraih dulu, Tak ada artinya sama sekali... Mengapa kusia²kan waktu hidup yg hanya sekali itu...? Andai aku bisa putar ulang waktu itu... Aku dimakamkan hari ini, Dan ketika semua menjadi tak termaafkan, Dan ketika semua menjadi terlambat, Dan ketika aku harus sendiri... Untuk waktu yg tak terbayangkan sampai yaumul hisab & dikumpulkan di Padang Mashar... (Koernia Mahmud alias Remy, 5 bln kemudian/hari ini dimakamkam)