Translate
Selasa, 30 Oktober 2012
Turut berduka cita atas meninggalnya sahabat MP kita Bung Remy Soetansyah, mudah mudahan Bang Remy mendapat tempat terbaik di sisi Allah, dilipat gandakan amalnya dan diampuni segala dosanya serta diberi ketabahan bagi yang ditinggalkan. Selamat jalan bang Remy...kami juga akan menyusul...cepat atau lambat. ini posting terakhir beliau: http://soetansyah.multiply.com/notes/item/80
Senin, 22 Oktober 2012
mp3 SUN Updates: DOWNLOAD LAGU DANGDUT RITA SUGIARTO
http://intisari-dangdut.blogspot.com/2011/05/download-lagu-dangdut-rita-sugiarto.html
Ada dua teman duet "bang haji" yang luar biasa. mereka adalah Elvi Sukaesih dan Rita Sugiarto. Menurut pengamatan saya Rita Sugiarto lebih hebat karena karakter suaranya dan kemampuan musikalitasnya. Ga percaya...? silahkan unduh koleksi lagu lagu Rita Sugiarto di link di atas...!!!,
Ada dua teman duet "bang haji" yang luar biasa. mereka adalah Elvi Sukaesih dan Rita Sugiarto. Menurut pengamatan saya Rita Sugiarto lebih hebat karena karakter suaranya dan kemampuan musikalitasnya. Ga percaya...? silahkan unduh koleksi lagu lagu Rita Sugiarto di link di atas...!!!,
Rabu, 10 Oktober 2012
Rhoma Irama
http://intisari-dangdut.blogspot.com/search/label/Rhoma%20Irama
Suka ga suka yang namanya Raden Haji Oma Irama adalah penulis lagu, penata musik, penyanyi, pemain gitar yang sangat hebat.
Kalau mau membuktikan kehebatannya silahkan masuk ke link di atas, betapa banyak karyanya.. pantaslah kalau dia dapat julukan "raja dangdut" bagi "rakyat dangdut" tentunya
Suka ga suka yang namanya Raden Haji Oma Irama adalah penulis lagu, penata musik, penyanyi, pemain gitar yang sangat hebat.
Kalau mau membuktikan kehebatannya silahkan masuk ke link di atas, betapa banyak karyanya.. pantaslah kalau dia dapat julukan "raja dangdut" bagi "rakyat dangdut" tentunya
Rabu, 03 Oktober 2012
Pekan Batik Nusantara
Hari ini 3 Oktober 2012 pagi acara pembukaan Pekan Batik Nusantara secara resmi dibuka oleh Menko Ekuin Hatta Rajasa. Bertempat di GOR Jatayu Pekalongan tak jauh dari Museum Batik Pekalongan. Walaupun udaranya sangat panas siang tadi,tapi kelihatnnya acara berjalan lancar lancar saja.
Saya mengunjungi beberapa stand batik dari berbagai daerah di Nusantara yang nampaknya didominasi batik dari pulau jawa seperti Yogya, Solo, Lasem, Demak, Banyumas, Cirebon, Pekalongan dll. Dari Sumatera saya lihat ada batik Bengkulu dan Jambi. Waktu saya dinas di Papua sempat juga melihat batik Papua, tapi dalam pameran batik kali ini kok tidak ada.
Melihat realitas pertextilan sekarang sungguh pengusaha/ pengrajin batik adalah manusia manusia tangguh. Walaupun gempuran textil bercorak batik dari China sempat "mengganggu" pemasaran batik, tapi mereka tetap berkreasi dan berinovasi. Mengapa saya katakan mereka adalah manusia tangguh? tak lain karena dengan tetap berproduksinya batik maka mereka masih bisa menghidupi ribuan buruh. Mereka itu terdiri dari tukang pola, tukang gambar, tukang mbabar, tukang lorot dan beberapa profesi kecil kecil yang ikut andil dalam memproduksi satu lembar kain batik. Luar biasa...!!!
Tanpa bantuan dari Pemerintah mungkin tidak ada lagi yang mau memproduksi batik. Walaupun Unesco sudah menetapkan batik sebagai warisan budaya dari Indonesia, tapi untuk menjadikan batik sebagai komoditi Internasional rasanya kok jauh panggang dari api. (masih sebatas lip-service)
Memang selalu ada yang baru dalam kreasi batik, tapi hanya berkisar pada medianya. Untungnya pemerintah baik pusat maupun daerah membuat kebijakan setiap pegawai, murid sekolah baik negeri maupun swasta harus mengenakan baju batik minimal seminggu sekali. Sehingga pengusaha batik masih ada job yang captive...kalau tidak entah apa jadinya dengan warisan budaya ini...
Saya mengunjungi beberapa stand batik dari berbagai daerah di Nusantara yang nampaknya didominasi batik dari pulau jawa seperti Yogya, Solo, Lasem, Demak, Banyumas, Cirebon, Pekalongan dll. Dari Sumatera saya lihat ada batik Bengkulu dan Jambi. Waktu saya dinas di Papua sempat juga melihat batik Papua, tapi dalam pameran batik kali ini kok tidak ada.
Melihat realitas pertextilan sekarang sungguh pengusaha/ pengrajin batik adalah manusia manusia tangguh. Walaupun gempuran textil bercorak batik dari China sempat "mengganggu" pemasaran batik, tapi mereka tetap berkreasi dan berinovasi. Mengapa saya katakan mereka adalah manusia tangguh? tak lain karena dengan tetap berproduksinya batik maka mereka masih bisa menghidupi ribuan buruh. Mereka itu terdiri dari tukang pola, tukang gambar, tukang mbabar, tukang lorot dan beberapa profesi kecil kecil yang ikut andil dalam memproduksi satu lembar kain batik. Luar biasa...!!!
Tanpa bantuan dari Pemerintah mungkin tidak ada lagi yang mau memproduksi batik. Walaupun Unesco sudah menetapkan batik sebagai warisan budaya dari Indonesia, tapi untuk menjadikan batik sebagai komoditi Internasional rasanya kok jauh panggang dari api. (masih sebatas lip-service)
Memang selalu ada yang baru dalam kreasi batik, tapi hanya berkisar pada medianya. Untungnya pemerintah baik pusat maupun daerah membuat kebijakan setiap pegawai, murid sekolah baik negeri maupun swasta harus mengenakan baju batik minimal seminggu sekali. Sehingga pengusaha batik masih ada job yang captive...kalau tidak entah apa jadinya dengan warisan budaya ini...
Pekan Batik Nusantara
Hari ini 3 Oktober 2012 pagi acara pembukaan Pekan Batik Nusantara secara resmi dibuka oleh Menko Ekuin Hatta Rajasa. Bertempat di GOR Jatayu Pekalongan tak jauh dari Museum Batik Pekalongan. Walaupun udaranya sangat panas siang tadi,tapi kelihatnnya acara berjalan lancar lancar saja.
Saya mengunjungi beberapa stand batik dari berbagai daerah di Nusantara yang nampaknya didominasi batik dari pulau jawa seperti Yogya, Solo, Lasem, Demak, Banyumas, Cirebon, Pekalongan dll. Dari Sumatera saya lihat ada batik Bengkulu dan Jambi. Waktu saya dinas di Papua sempat juga melihat batik Papua, tapi dalam pameran batik kali ini kok tidak ada.
Melihat realitas pertextilan sekarang sungguh pengusaha/ pengrajin batik adalah manusia manusia tangguh. Walaupun gempuran textil bercorak batik dari China sempat "mengganggu" pemasaran batik, tapi mereka tetap berkreasi dan berinovasi. Mengapa saya katakan mereka adalah manusia tangguh? tak lain karena dengan tetap berproduksinya batik maka mereka masih bisa menghidupi ribuan buruh. Mereka itu terdiri dari tukang pola, tukang gambar, tukang mbabar, tukang lorot dan beberapa profesi kecil kecil yang ikut andil dalam memproduksi satu lembar kain batik. Luar biasa...!!!
Tanpa bantuan dari Pemerintah mungkin tidak ada lagi yang mau memproduksi batik. Walaupun Unesco sudah menetapkan batik sebagai warisan budaya dari Indonesia, tapi untuk menjadikan batik sebagai komoditi Internasional rasanya kok jauh panggang dari api. (masih sebatas lip-service)
Memang selalu ada yang baru dalam kreasi batik, tapi hanya berkisar pada medianya. Untungnya pemerintah baik pusat maupun daerah membuat kebijakan setiap pegawai, murid sekolah baik negeri maupun swasta harus mengenakan baju batik minimal seminggu sekali. Sehingga pengusaha batik masih ada job yang captive...kalau tidak entah apa jadinya dengan warisan budaya ini...
Saya mengunjungi beberapa stand batik dari berbagai daerah di Nusantara yang nampaknya didominasi batik dari pulau jawa seperti Yogya, Solo, Lasem, Demak, Banyumas, Cirebon, Pekalongan dll. Dari Sumatera saya lihat ada batik Bengkulu dan Jambi. Waktu saya dinas di Papua sempat juga melihat batik Papua, tapi dalam pameran batik kali ini kok tidak ada.
Melihat realitas pertextilan sekarang sungguh pengusaha/ pengrajin batik adalah manusia manusia tangguh. Walaupun gempuran textil bercorak batik dari China sempat "mengganggu" pemasaran batik, tapi mereka tetap berkreasi dan berinovasi. Mengapa saya katakan mereka adalah manusia tangguh? tak lain karena dengan tetap berproduksinya batik maka mereka masih bisa menghidupi ribuan buruh. Mereka itu terdiri dari tukang pola, tukang gambar, tukang mbabar, tukang lorot dan beberapa profesi kecil kecil yang ikut andil dalam memproduksi satu lembar kain batik. Luar biasa...!!!
Tanpa bantuan dari Pemerintah mungkin tidak ada lagi yang mau memproduksi batik. Walaupun Unesco sudah menetapkan batik sebagai warisan budaya dari Indonesia, tapi untuk menjadikan batik sebagai komoditi Internasional rasanya kok jauh panggang dari api. (masih sebatas lip-service)
Memang selalu ada yang baru dalam kreasi batik, tapi hanya berkisar pada medianya. Untungnya pemerintah baik pusat maupun daerah membuat kebijakan setiap pegawai, murid sekolah baik negeri maupun swasta harus mengenakan baju batik minimal seminggu sekali. Sehingga pengusaha batik masih ada job yang captive...kalau tidak entah apa jadinya dengan warisan budaya ini...
Langganan:
Postingan (Atom)