Setiap mendengarkan lagu ini saya teringat masa kecil. Betapa sedihnya lagu ini, walaupun waktu itu saya tidak tahu sama sekali ini lagu tentang apa?
Translate
Rabu, 05 Februari 2014
Jethro Tull - Thick as a Brick full
Salah satu lagu favourites saya adalah THick As A Brick - Jethro tull. Suara flutenya sangat indah...
Genesis
Saya penggemar berat Genesis. Sampai sampai kemanapun cockpit manggung saya ikuti, itu dulu tahun 2000an, sekarang karena saya sudah pindah dari Jakarta tidak tahu lagi kiprah band Genesis KW itu.
Rony Harahap - Tony Banks
Oding Nasution - Steve Hackkett
Raidy Noor - Mike Rutherford
Yaya Muktio - Phil Collins
Ari - Peter Gabriel. (sebelumnya Freddy Tameala )
Kemampuan Cockpit band membawakan lagu lagu Genesis lumayan bagus, hanya sayang sering soundnya kedodoran.
Rony Harahap - Tony Banks
Oding Nasution - Steve Hackkett
Raidy Noor - Mike Rutherford
Yaya Muktio - Phil Collins
Ari - Peter Gabriel. (sebelumnya Freddy Tameala )
Kemampuan Cockpit band membawakan lagu lagu Genesis lumayan bagus, hanya sayang sering soundnya kedodoran.
Selasa, 07 Januari 2014
Rokok
Sejak saya mengatakan "Lu Gue..END...!" sama rokok lima tahun yang lalu (2008) saya jadi sangat benci sama itu barang. Celakanya saya juga benci sama perokok, apalagi yang merokok di tempat umum. Perokok memang egois, walaupun mengganggu orang lain tapi tidak merasa bersalah.
Di setiap acara kenduri, rapat RT/RW atau bahkan di pengajian saya salalu menjumpai orang yang merokok sambil mendengarkan ceramah di masjid. Celakanya hampir semua pengurus masjid adalah perokok. Jadi sering dalam rapat takmir masjid, mereka merokok di masjid. Aneh, padahal Majelis Ulama Indonesia yang merupakan para pakar agama Islam telah menFATWAkan bahwa merokok hukumnya HARAM, mereka para perokok dengan tenangnya tetap merokok, seolah olah fatma MUI itu tidak berpengaruh sama sekali. Sebulan setelah MUI organisasi Muhammadiyah juga mengeluarkan fatwa bahwa merokok hukumnya HARAM...tapi pengerus ranting Muhammadiyah tetangga saya dengan tenangnya pal pul pal pul merokok di masjid. na'udzubillahi min dzalik...!!!
bersambung...
Di setiap acara kenduri, rapat RT/RW atau bahkan di pengajian saya salalu menjumpai orang yang merokok sambil mendengarkan ceramah di masjid. Celakanya hampir semua pengurus masjid adalah perokok. Jadi sering dalam rapat takmir masjid, mereka merokok di masjid. Aneh, padahal Majelis Ulama Indonesia yang merupakan para pakar agama Islam telah menFATWAkan bahwa merokok hukumnya HARAM, mereka para perokok dengan tenangnya tetap merokok, seolah olah fatma MUI itu tidak berpengaruh sama sekali. Sebulan setelah MUI organisasi Muhammadiyah juga mengeluarkan fatwa bahwa merokok hukumnya HARAM...tapi pengerus ranting Muhammadiyah tetangga saya dengan tenangnya pal pul pal pul merokok di masjid. na'udzubillahi min dzalik...!!!
bersambung...
Pementasan Badai Pasti Berlalu Oleh Guoedang Djadoel Band
Di Pekalongan ada tempat bekas pranggok (untuk proses pembuatan batik) kira kira berukuran lebar 8 x 20 meter persegi, yang di sulap bak Cafe yang unik dan cantik. Di beberapa tembok dihiasi dengan gitar gitar yang digantung, Roda pedati kuno, Bass akusti besar tinggi 2 meter dan beberapa foto orang orang yang pernah main di tempat itu.
Saya melihat ada foto Pak Taufik Ismail, Yok Koeswoyo, Inne Febrianti, Anis Baswedan dan beberapa yang lain tergantung di sisi tembok. Ada juga sisi tembok yang rerkelupas dan berlobang dibiarkan dengan batu bata yang ekspos apa adanya. Di bagian atas dipasang lampu lampu yang diberi kap dari anyaman bambu..kalau diperhatikan kap nya seperti tempat sampah pasar, tiang tiangnya dihias dengan kain batik dan kain kotak kotak khas bali (corak papan catur). Pokoknya semuanya serba antik dan unik tapi tetap cantik. Meja kursi ditata cluster 6 seat bak kafe mahal. Di bagian depan dibuat stage setinggi 30 cm berukuran 8 x 4 meter.yang di kanan kirinya ada speaker besar setinggi hampir 3 meter. Di atas stage alat band lengkap siap digunakan.
Malam tahun baru yang lalu tanggal 31 Desember 2013, di tempat ini diselenggarakan pamentasan band yang hanya memainkan lagu dari album BADAI PASTI BERLALU.
KIra kira pukul 9 malam, dengan penonton kira kira 100 orang acarapun dimulai. Lampu di ruangan tiba tiba redup....menyusul lampu kilat (blitz) berkedip kecip di atas stage dengan tata suara yang sangat kuat terdengar sapaan " selamat datang di Komunitas Kajian Goedang Djadoel....acara akan segera dimulai....diiringi musik seperti luar angkasa..." wah mengingatkan theater 21 kalau mau memutar film.
Lampu di stage dibuat terang sementara di bagian penonton redup, pembawa acara tergopoh gopoh naik ke stage dan menyapa penonton dan membacakan acara yang bakal digelar., disusul sang "Presiden Republik Goedang Djadoel" menyapa selamat malam...dan pemain band naik satu demi satu...Para hadirin diminta berdiri untuk bersama sama menyanyikan lagu Padamu Negeri.
Setelah hening sejenak. terdengar intro lagu Pelangi langsung penyanyi utama membuka acara pagelaran Badai pasti Berlalu dengan lagu Pelangi...bagaikan langit berpelangi, terlukis wajah dalam mimpi....anganpun melayang jauh melintasi waktu samapi ke tahun 1977 yaitu waktu album itu dirilis dimana Eros Djarot Chrisye dan Yockie berkarya menyusul Film Badai Pasti Berlalu yang sukses di tahun 1976 (novel Marga T). Terbayang wajah Christine Hakim, Slamet Rahardjo pemeran utama film tersebut.
Lagu demi lagu mengalir lancar dengan aransemen original dan dibuat semirip mungkin, tapi sayang pernak pernik musiknya tidak sedetail aslinya. Yah...maklum pemain kebordnya cuma satu, sedang aslinya ada Yockie, yang juga dibantu Debbie Nasution dan Fariz RM. Setiap selesai satu lagu diberi ulasan oleh EH Karta Negara yang dibantu Wibi memberi ilustrasi bagaimana aransemen lagu lagu di album pasti berlalu dibuat baik proses maupun keterpengaruhan musiknya.
Tepat pukul 00 1 Januari 2014 tiba tiba back drop melipat begitu rupa dan berganti dengan Ucapan Selamat Datang Tahun 2014....diiringi kembang api dan petasan bersahutan. Kira kira lima menit berikutnya mengalun lagu Seraasa. Dan acara ditutup dengan lagu Badai Pasti Berlalu...yang dinyanyikan oleh seluruh hadirin. Pertanyaannya Sudahkah Badai Berlalu setelah selama 36 tahun (sejak album itu dirilis) ?
Saya melihat ada foto Pak Taufik Ismail, Yok Koeswoyo, Inne Febrianti, Anis Baswedan dan beberapa yang lain tergantung di sisi tembok. Ada juga sisi tembok yang rerkelupas dan berlobang dibiarkan dengan batu bata yang ekspos apa adanya. Di bagian atas dipasang lampu lampu yang diberi kap dari anyaman bambu..kalau diperhatikan kap nya seperti tempat sampah pasar, tiang tiangnya dihias dengan kain batik dan kain kotak kotak khas bali (corak papan catur). Pokoknya semuanya serba antik dan unik tapi tetap cantik. Meja kursi ditata cluster 6 seat bak kafe mahal. Di bagian depan dibuat stage setinggi 30 cm berukuran 8 x 4 meter.yang di kanan kirinya ada speaker besar setinggi hampir 3 meter. Di atas stage alat band lengkap siap digunakan.
Malam tahun baru yang lalu tanggal 31 Desember 2013, di tempat ini diselenggarakan pamentasan band yang hanya memainkan lagu dari album BADAI PASTI BERLALU.
KIra kira pukul 9 malam, dengan penonton kira kira 100 orang acarapun dimulai. Lampu di ruangan tiba tiba redup....menyusul lampu kilat (blitz) berkedip kecip di atas stage dengan tata suara yang sangat kuat terdengar sapaan " selamat datang di Komunitas Kajian Goedang Djadoel....acara akan segera dimulai....diiringi musik seperti luar angkasa..." wah mengingatkan theater 21 kalau mau memutar film.
Lampu di stage dibuat terang sementara di bagian penonton redup, pembawa acara tergopoh gopoh naik ke stage dan menyapa penonton dan membacakan acara yang bakal digelar., disusul sang "Presiden Republik Goedang Djadoel" menyapa selamat malam...dan pemain band naik satu demi satu...Para hadirin diminta berdiri untuk bersama sama menyanyikan lagu Padamu Negeri.
Setelah hening sejenak. terdengar intro lagu Pelangi langsung penyanyi utama membuka acara pagelaran Badai pasti Berlalu dengan lagu Pelangi...bagaikan langit berpelangi, terlukis wajah dalam mimpi....anganpun melayang jauh melintasi waktu samapi ke tahun 1977 yaitu waktu album itu dirilis dimana Eros Djarot Chrisye dan Yockie berkarya menyusul Film Badai Pasti Berlalu yang sukses di tahun 1976 (novel Marga T). Terbayang wajah Christine Hakim, Slamet Rahardjo pemeran utama film tersebut.
Lagu demi lagu mengalir lancar dengan aransemen original dan dibuat semirip mungkin, tapi sayang pernak pernik musiknya tidak sedetail aslinya. Yah...maklum pemain kebordnya cuma satu, sedang aslinya ada Yockie, yang juga dibantu Debbie Nasution dan Fariz RM. Setiap selesai satu lagu diberi ulasan oleh EH Karta Negara yang dibantu Wibi memberi ilustrasi bagaimana aransemen lagu lagu di album pasti berlalu dibuat baik proses maupun keterpengaruhan musiknya.
Tepat pukul 00 1 Januari 2014 tiba tiba back drop melipat begitu rupa dan berganti dengan Ucapan Selamat Datang Tahun 2014....diiringi kembang api dan petasan bersahutan. Kira kira lima menit berikutnya mengalun lagu Seraasa. Dan acara ditutup dengan lagu Badai Pasti Berlalu...yang dinyanyikan oleh seluruh hadirin. Pertanyaannya Sudahkah Badai Berlalu setelah selama 36 tahun (sejak album itu dirilis) ?
Jumat, 08 November 2013
Bertemu Teman Lama, Apakah dia pindah agama menjadi Syiah?
Beberapa waktu yang lalu Agustus 2013 saya kedatangan teman lama teman semasa kami di SD dan SMP Islam (th 1975 - terakhir bertemu).
Sudah sekitar 38 tahun kami tidak pernah bertemu, karena saya merantau ke Bandung, Jakarta, Aceh, Bengkulu, Palembang, P Jawa, Bali, Lombok, Timor, Maluku, Kalimantan, Sulawesi Selatan, Utara, Tengah, Irian Jaya dari Merauke, Jayapura, Biak Sorong, Fak fak, Timika, Kaimana, Teluk Bintuni dll. Dan pernah bertugas ke Singapore, Malaysia, Thailand, Hongkong, Saudi Arabia, Inggris, Jerman, Belanda, Belgia, Perancis, Cina, Korea dan Rusia...wow ternyata jauh juga blusukan saya sewaktu bekerja di Industri Telkom dan MIGAS.
Tiga tahun terakhir ini saya justru tinggal di kota kecil tempat kelahiran saya, untuk sekedar mengenang masa kanak kanak saya dan merasakan "atmosfir" masa masa bersama Ayah dan Ibu yang seudah puluhan tahun yang lalu telah dipanggil Tuhan. Kalau tidak ada aral melintang kami akan pindah lagi ke Jakarta tahun depan. (2015?). Di kota inilah saya bertemu teman lama yang kebetulan nama kami sama..!!!
Dulu di sekolah setiap nama kami dipanggil guru kami saling nengok..siapa yang dipanggil? Mungkin karena nama kami sama kami jadi akrab. Sewaktu kami bertemu kami bercerita masa masa sekolah, kemudian pengalaman masing masing selama hidup berpisah.
Entah siapa yang memulai, obrolan kami nyangkut ke masalah agama khususnya sejarah para sahabat nabi.. Dengan semangat teman saya bercerita tentang kehebatan sahabat nabi Ali bin Abithalib. Saya mendengarkan dengan seksama penuh kagum. Demi melihat saya yang diam dan kelihatan tidak tahu apa apa tentang ini dia semakin berani... mulailah dia mengecam dan menjelek jelekkan sahabat nabi lainnya Abubakar, Umar bin Khattab dan Usman bin Affan sambil mengangkat Ali bin Abi Tholib setinggi langit. Saya sela dengan sopan, " jangan jelek jelekkan sahabat nabilah...mereka kan pejuang Islam"
Eh...dia malah semakin menggila. Apa mereka ini kan cuma sahabat, manusia yang bisa salah...!!! saya jawab betul bisa saja salah, tapi tidak untuk diejek seperti yang kamu lakukan. Ali yang kamu puji puji juga kan manusia biasa, anak seorang kafir Qurays Abu Thalib yang mengurus nabi Muhammad tapi tidak mau berislam...!!! Mulai dia marah... stop ga usah ngomongin ini deh, kita kan sedang temu kangen kok jadi kayak berantem.
Lalu dia mengendur tapi masih ingin ngomongin sejarah yang tadi. Saya sela hey...sejak kapan kamu suka sejarah, dulu kamu benci sejarah, bahkan nilai sejarahmu ga pernah melewati angka 5. Ya itu dulu, sekarang saya baru sadar bahwa sejarah itu penting. Saya jawab sekenanya, sejarah itu tergantung siapa yang menyampaikan. Hampir tidak ada sejarah yang benar benar murni tidak berpihak atau tidak punya kepentingan. Dia jawab, makanya belajar dari sumber yang bisa dipercaya. Ayo ikut ke pengajian dan sekaligus meluruskan sejarah Islam di tempatku. Saya jawab di mana? - di ustadz Mr.X ...busyeeet diakan tokoh syiah? Loh kenapa emang kalau syiah? kan sama sama Islam...!!! Saya jawab siapa bilang syiah itu Islam? Wah dia marah marah....sambil menantang..buktikan kalau syiah itu bukan Islam. Saya jawab OK tapi kamu juga buktikan kalau syiah itu Islam...!!!
Pembicaraan terputus karena anak istri saya datang dari sekolah....he he he silaturahmi kami jadi ajang ngomel.... saya pikir pikir malu rasanya bertemu teman lama, bukannya beramah tamah menyambung tali silaturhmi malah seperti menemukan musuh baru.
Sudah 3 bulan teman saya yang katanya senang bisa menyambung silaturahim lagi - tidak pernah menghubungi atau ngajak bertemu. Saya berpikir mungkin teman saya tadi sudah pindah agama...!
Sudah sekitar 38 tahun kami tidak pernah bertemu, karena saya merantau ke Bandung, Jakarta, Aceh, Bengkulu, Palembang, P Jawa, Bali, Lombok, Timor, Maluku, Kalimantan, Sulawesi Selatan, Utara, Tengah, Irian Jaya dari Merauke, Jayapura, Biak Sorong, Fak fak, Timika, Kaimana, Teluk Bintuni dll. Dan pernah bertugas ke Singapore, Malaysia, Thailand, Hongkong, Saudi Arabia, Inggris, Jerman, Belanda, Belgia, Perancis, Cina, Korea dan Rusia...wow ternyata jauh juga blusukan saya sewaktu bekerja di Industri Telkom dan MIGAS.
Tiga tahun terakhir ini saya justru tinggal di kota kecil tempat kelahiran saya, untuk sekedar mengenang masa kanak kanak saya dan merasakan "atmosfir" masa masa bersama Ayah dan Ibu yang seudah puluhan tahun yang lalu telah dipanggil Tuhan. Kalau tidak ada aral melintang kami akan pindah lagi ke Jakarta tahun depan. (2015?). Di kota inilah saya bertemu teman lama yang kebetulan nama kami sama..!!!
Dulu di sekolah setiap nama kami dipanggil guru kami saling nengok..siapa yang dipanggil? Mungkin karena nama kami sama kami jadi akrab. Sewaktu kami bertemu kami bercerita masa masa sekolah, kemudian pengalaman masing masing selama hidup berpisah.
Entah siapa yang memulai, obrolan kami nyangkut ke masalah agama khususnya sejarah para sahabat nabi.. Dengan semangat teman saya bercerita tentang kehebatan sahabat nabi Ali bin Abithalib. Saya mendengarkan dengan seksama penuh kagum. Demi melihat saya yang diam dan kelihatan tidak tahu apa apa tentang ini dia semakin berani... mulailah dia mengecam dan menjelek jelekkan sahabat nabi lainnya Abubakar, Umar bin Khattab dan Usman bin Affan sambil mengangkat Ali bin Abi Tholib setinggi langit. Saya sela dengan sopan, " jangan jelek jelekkan sahabat nabilah...mereka kan pejuang Islam"
Eh...dia malah semakin menggila. Apa mereka ini kan cuma sahabat, manusia yang bisa salah...!!! saya jawab betul bisa saja salah, tapi tidak untuk diejek seperti yang kamu lakukan. Ali yang kamu puji puji juga kan manusia biasa, anak seorang kafir Qurays Abu Thalib yang mengurus nabi Muhammad tapi tidak mau berislam...!!! Mulai dia marah... stop ga usah ngomongin ini deh, kita kan sedang temu kangen kok jadi kayak berantem.
Lalu dia mengendur tapi masih ingin ngomongin sejarah yang tadi. Saya sela hey...sejak kapan kamu suka sejarah, dulu kamu benci sejarah, bahkan nilai sejarahmu ga pernah melewati angka 5. Ya itu dulu, sekarang saya baru sadar bahwa sejarah itu penting. Saya jawab sekenanya, sejarah itu tergantung siapa yang menyampaikan. Hampir tidak ada sejarah yang benar benar murni tidak berpihak atau tidak punya kepentingan. Dia jawab, makanya belajar dari sumber yang bisa dipercaya. Ayo ikut ke pengajian dan sekaligus meluruskan sejarah Islam di tempatku. Saya jawab di mana? - di ustadz Mr.X ...busyeeet diakan tokoh syiah? Loh kenapa emang kalau syiah? kan sama sama Islam...!!! Saya jawab siapa bilang syiah itu Islam? Wah dia marah marah....sambil menantang..buktikan kalau syiah itu bukan Islam. Saya jawab OK tapi kamu juga buktikan kalau syiah itu Islam...!!!
Pembicaraan terputus karena anak istri saya datang dari sekolah....he he he silaturahmi kami jadi ajang ngomel.... saya pikir pikir malu rasanya bertemu teman lama, bukannya beramah tamah menyambung tali silaturhmi malah seperti menemukan musuh baru.
Sudah 3 bulan teman saya yang katanya senang bisa menyambung silaturahim lagi - tidak pernah menghubungi atau ngajak bertemu. Saya berpikir mungkin teman saya tadi sudah pindah agama...!
Kamis, 21 Maret 2013
Multiply Oh Multiply
Setelah mengalami penundaan sekitar 4 bulanan, akhirnya multiply
benar benar membuang Blog servisenya, terhitung sejak tanggal 20 Maret
2013 saya tidak lagi dapat mengakses blog saya sendiri. Sekarang hanya
ada Multiply Marketplace.
Sewaktu masih ada blog Multiply saya sering berkunjung ke Multiply Marketplace dan belanja sekitar 4 atau 5 kali. Pengalaman belanja di Multiply Marketplace sungguh menyenangkan. cepat aman dan praktis. Tapi setelah tidak ada lagi blog Multiply, belanja di sana menjadi lebih sulit, Karena saya sudah menjadi outsider alias orang luar Multiply, karena Multiply Marketplace menggunakan domain baru dan software (navigasi) baru yang sama sekali berbeda dari sebelumnya.
Pengalaman belanja di Multiply Marketplace pasca penutupan blog saya agak bingung, Di dalam navigasinya saya masih diakui pemegang account Multiply, tapi proses transaksinya seperti orang luar sama sekali, Bahkan di kolom belanja saya diminta alamat pengiriman, setelah saya isi dan submit muncul form kosong lagi yang harus saya isi alamat baru lagi dan lagi sampai berkali kali, akhirnya saya kesulitan belanja karena alamat pengiriman saya tidak diterima oleh sofware barunya.
Sungguh amat disayangkan Multiply dengan fokus bisnis onlinenya tapi dengan menghilangkan Blognya sama dengan menghilangkan JUTAAN Customer yang potensial, Sekarang praktis Multiply tidak punya basis pembeli yang pasti, karena telah membuang puluhan juta Potential Buyers.
Saya sangat kehilangan blog di multiply. Padahal blog saya disana menurut Alexa termasuk blog yang laris manis dan bernilai puluhan juta dollar. Rangking blog saya RANK-1....!!!
Mudah mudahan masih ada pemikiran lain untuk menghidupkan kembali blog di Multiply sehingga pelanggan Multiply Marketplace dapat lagi dengan mudah berbelanja sebagai member setia,
Sewaktu masih ada blog Multiply saya sering berkunjung ke Multiply Marketplace dan belanja sekitar 4 atau 5 kali. Pengalaman belanja di Multiply Marketplace sungguh menyenangkan. cepat aman dan praktis. Tapi setelah tidak ada lagi blog Multiply, belanja di sana menjadi lebih sulit, Karena saya sudah menjadi outsider alias orang luar Multiply, karena Multiply Marketplace menggunakan domain baru dan software (navigasi) baru yang sama sekali berbeda dari sebelumnya.
Pengalaman belanja di Multiply Marketplace pasca penutupan blog saya agak bingung, Di dalam navigasinya saya masih diakui pemegang account Multiply, tapi proses transaksinya seperti orang luar sama sekali, Bahkan di kolom belanja saya diminta alamat pengiriman, setelah saya isi dan submit muncul form kosong lagi yang harus saya isi alamat baru lagi dan lagi sampai berkali kali, akhirnya saya kesulitan belanja karena alamat pengiriman saya tidak diterima oleh sofware barunya.
Sungguh amat disayangkan Multiply dengan fokus bisnis onlinenya tapi dengan menghilangkan Blognya sama dengan menghilangkan JUTAAN Customer yang potensial, Sekarang praktis Multiply tidak punya basis pembeli yang pasti, karena telah membuang puluhan juta Potential Buyers.
Saya sangat kehilangan blog di multiply. Padahal blog saya disana menurut Alexa termasuk blog yang laris manis dan bernilai puluhan juta dollar. Rangking blog saya RANK-1....!!!
Mudah mudahan masih ada pemikiran lain untuk menghidupkan kembali blog di Multiply sehingga pelanggan Multiply Marketplace dapat lagi dengan mudah berbelanja sebagai member setia,
Langganan:
Postingan (Atom)