Walaupun agak terlambat tapi saya tulis juga...
Inna
lillahi wa inna ilaihi rojiun..Murry - drummer Koes Plus meninggal
dunia 1 Februari 2014. Kematian ini bagi pecinta Koesplus khususnya JN
Pekalongan sangat mengagetkan. Betapa tidak? Tiga hari sebelum meninggal
Murry ditemani dua anaknya Anggi dan Rico berkunjung ke Pekalongan
untuk konser dan menemui penggemar Koesplus yang diwadahi dalam Jiwa
Nusantara cabang Pekalongan.
Penampilan sang legenda tiga hari sebelum meninggal
Selama di Pekalongan Murry
sebetulnya sangat ingin berjumpa dengan Komunitas Goedang Djadoel yaitu
komunitas kajian dan budaya di Pekalongan. Karena Murry sangat terkesan
dengan Goedang Djadoel yang selama ini telah sukses menyelenggarakan
pementasan Musik maupun Budaya, yang melibatkan Bpk. Taufik Ismail, Anis
Baswedan, Hakam Naja, Inne Febriyanti. Sayangnya Murry harus kecewa,
karena dari pihak pengundang tidak mengijinkan Murry untuk menemui
penggemarnya di tempat lain (Goedang Djadoel) INFO INI TELAH DIKLARIFIKASI OLEH PIHAK PENYELENGGARA BAHWA PIHAK MURRY YANG TIDAK MAU DATANG KECUALI KE TEMPAT DIMANA DIA DIUNDANG - KARENA USIA LANJUT DAN TAKUT KELELAHAN APABILA MENGISI ACARA TERLALU BANYAK DALAM SATU HARI.
Sedikit infio tentang Goedang Djadoel.
Goedang
Djadoel juga pernah mementaskan lagu lagu Koesplus dengan mengusung
tema Go-Green pada waktu hari Bumi Sedunia, dimana dalam pementasan
tersebut beberapa band dari Semarang, Pemalang, Tegal, dan tentu saja
dari Kota dan Kabupaten Pekalogan. Semua band ini diwajibkan membawakan
lagu lagu Koesplus yang bertema Alam, seperti lagu Desaku, Padang Luas,
HUujan Angin, Kolam susu, Nusantara dll. Dalam pembicaraan seminggu
sebelum ke Pekalongan Murry sangat senang diundang ke Goedang Djadioel
dan merasa "dihormati" karena di tempat ini juga pernah diadakan
pementasan "Mengenang Tony Koeswoyo" sahabat beliau. Bahkan akhirnya
Goedang Djadoel bernencana mementasakan kembali acara Mengenang Tony
Koeswoyo ini dengan mengundang Murry, Yok dan Yon bersama sama tanggal
27 Maret 2014. .Rencana tinggallah rencana, tapi Allah berkehendak lain.
Selamat Jalan Bapk Murry, semoga engkau diberi tempat terbaik disisi sang Maha Pencipta.
salam,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar