Translate

Senin, 24 Desember 2012

Pluralisme di Hari Spesial

Setiap datang tanggal 25 Desember saya selalu ingat kejadian di masa silam, waktu masih muda perkasa...dan ada beberapa teman dekat dari berbagai agama. Dan yang paling saya ingat tentu saja teman dekat saya yang beragama Kristen. Makanya hari ini saya anggap hari spesial.

Saya sangat dekat bersahabat dengan Lina, bahkan dengan keluarga besarnya yang keturunan Cina. Karena sudah menjadi karakter saya kalau berteman bukan sekedar individu dengan individu, tapi kalau bisa group dengan group. Jadi saya mengenal keluarganya dengan baik. Mereka adalah keluarga yang basically Kristen yang anggota keluarganya ada juga yang Budha dan Islam.

Waktu malam 25 Desember kami ngobrol di teras rumah bersama teman saya Lina beragama Kristen Katholic, kakaknya yang Budha dan kakaknya yang Islam ikut nimbrung. Sambil menikmati teh dan cemilan kami bercengkrama.

Di dalam satu pembicaraan, saya sempat terperanjat ditanya Lina..., sambil merajuk dia bilang ke kakak kakaknya: " ini bang...orang yang di samping Lina (maksudnya saya-penutur) ini ga pernah mengucapkan selamat natal kepada saya yang kristen". Kakaknya yang Budha tersenyum dan menjawab " kalau ga salah Majlis Ulama Indonesia bahkan melarang dalam fatwanya mengucapkan itu...!" Abangnya yang Islam juga nyautin " iya...emang begitu..tapi aku ga tahu kenapa..?" Saya yang ditegur Lina "pacar" saya, menjawab santai. "Saya kira ga ada jawaban yang akan menyenangkan, tapi apa betul kalian pengin tahu alasannya"?
Setelah mereka rame rame menjawab Mauuuu.....Sayapun berusaha menerangkan dengan gaya seolah nara sumber yang diwawancarai media ternama...

Mari kita urai satu demi satu, biar ga kusut....:

1. Karena pada tanggal 25 Desember bukan hari lahir Jesus. Tidak seorang pastorpun yang berani menjamin kebenaran bahwa Jesus lahir tanggal 25 Desember. Karena memang tidak ada tertulis di dalam PL maupun PB.

2. Karena masalah Jesus adalah masalah keimaman orang Kristen, kami orang Islam tidak berhak dan tidak boleh mencampui keimanan agama di luar Islam, sebagai tertulis di dalam kitab sucinya Al Quran; ".............BAGIMU AGAMAMU - BAGIKU AGAMAKU" dan "........TIDAK BOLEH ADA PAKSAAN DALAM BERAGAMA..." inilah PLURALITAS sesungguhnya.

3. Menurut keimanan Islam Jesus adalah nabi Isa yang merupakan salah seorang nabi dari dan untuk bani Israel saja, yang sangat dihormati oleh orang Islam. Jadi mustahil ada orang Islam berani dan membenci Jesus...mustahil...!!! Berani menghina Jesus berarti keluar dari Islam, karena menghina nabi Allah.

4. Karena dengan menganggap Jesus itu anak Allah atau bahkan Allah itu sendiri, akan merusak "keimanan utama orang Islam/ akidah". Sementara di PL maupun PB disebutkan bahwa Allah tidak pernah mati, tidak kelihatan, maha kuasa, maha perkasa. sementara Jesus menurut ajaran Kristen sangat lemah, mati di tiang salib untuk menebus dosa manusia yang percaya, kelihatan, makan dan minum pokoknya sempurna deh sifat kemanusiaannya.

Masih banyak sebetulnya alasan itu kalau saya sebutkan, tapi semua bermuara kepada keimanan. Sedangkan keimanan adalah masalah hak azazi manusia. Artinya orang Islam berhak untuk tidak mengimani bahwa Jesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember, bahwa Jesus bukanlah Tuhan.

"Tapi mengucapkan saja kan ga apa apa sebagai rasa toleransi, sebagaimana orang orang Kristen mengucapkan Selamat Idul Fitri?" ujar Lina.

saya jawab: "Oh tidak Lina, itu hal yang berbeda... karena idul fitri bukan masalah keimanan atau akidah. Itu semacam ucapan .....selamat ya...kamu telah berhasil puasa selama satu bulan...!" ------> sedangkan kalau saya mengucapkan selamat natal ke Lina apa urusannya dengan Lina?" mendingan saya ucapkan langsung ke Jesus...selamat hari lahir Jesus...

sama halnya dengan abangmu Dharma yang ulang tahunnya tanggal 1 Januari, kamudian saya kasih ucapan selamat ulang tahun pada tanggal 25 Desember kepada Lina dengan ucapan...selamat ulang tahun ya sambil ngasih kado.ke LIna." tentu Lina akan bingung.kan?..yang ulang tahun kan abang Dharma, kenapa kasih selamat ke Lina dan kasih kado pula? Lagian ulang tahun bang Dharma kan bukan tanggal 25 Desember...!!! . Jadi kami tidak mau terjebak dengan ketidak pastian keimanan orang lain dan ikut ikutan salah kaprah....! menganggap ulang tahun bang Dharma tanggal 25 Desember yang bukan hari ulang tahunnya. dan kalaupun mau mengucapkan ulang tahu dan kasih kado langsung aja ke bang Dharma, ngapain ke Lina....!!!

Lina: "....... sudah sudah, kita ngomongin yang lain aja ya...puyeng nih kepalaku...."

Sekarang ini Lina sudah bahagia bersama suaminya (sahabat saya juga) mereka bahagia dengan agamanya dan Lina tahu betul kalau setiap tahun saya tidak mengucapkan selamat natal kepada mereka, bukan karena kebencian, tapi karena perbedaan...alias PLURALISME. Jadi MUI telah mengajarkan PLURALITAS kepada ummat Islam dengan benar, menurut saya. Kebenaran hanya milik Allah, manusia hanya bisa berusaha dengan akal budi dan petunjuk yang dianugerahkan kepada kita.

Semoga pengalaman saya ini bisa sedikit memberi gambaran tentang PLURALISME.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar