Malam Takbir di KOta Santri
Setelah sebulan berpuasa di bulan Ramadhan, ummat Islam hari ini 19 Agustus 2012 yang bertepatan dengan 1 Syawal 1433 H, merayakan Hari Kemenangan, Hari Kesucian atau Idul Fitri. Hari dimana manusia seperti terlahir kembali dengan kebersihan jiwa. seperti kepompong yang menjadi kupu kupu...terbang... terbang...terbang.
Tadi malam jalan jalan utama di kota dan kabupaten Pekalongan benar benar padat oleh lautan manusia mengendarai ribuan kendaraan roda dua, truk truk yang over capacity lengkap dengan tetabuhan dan sound system. Ada yang bertakbir Allahu Akbar...Allahu Akbar sambil tangan kiri mendekap cewek di sampingnya dan tangan kanan terselip rokok yang masih menyala. Sementara truk di sebelahnya yang penuh dengan anak muda laki dan perempuan teriak teriak seperti orang kesurupan di sela sela lagu dangdut yang dibunyikan melalui sound system sewaan. Sesekali mereka menyalakan petasan dan kembang api. Sorak sorai riuh rendah seakan mereka baru bebas dari penjara Al Catraz yang legendaris itu. atau seperti anak SMA baru lulus ujian nasional yang sensasional itu.
Tidak sengaja saya terjebak di antara lautan manusia itu. Saya memperhatikan tingkah laku mereka sungguh sungguh sangat tidak Islami. Saya tidak tahu apa yang sebetulnya terjadi dengan masyarakat ini? Apa yang sedang mereka rayakan? Laki laki perempuan saling merapat berdesakan di atas truk yang padat, berdekapan erat di atas motor motor yang meraung raung memekakkan telinga... astaghfirullah...inilah potret generasi muda Islam dalam merayakan hari kemenangan, hari kesucian... Sungguh yang mereka lakukan lebih KAFIR dari orang kafir merayakan tahun barunya.
Saya bertanya tanya dalam hati, apakah selama bulan puasa mereka juga berpuasa? mengaji? sholat tarawih? kalau ya...kemana sisa/ kesan ibadah yang mereka telah lakukan? Rupanya generasi muda Islam sudah mengikuti gaya hidup sekuler. Ibadah itu kalau di masjid atau di majlis taklim, di luar itu bebas lepas seperti anak panah meninggalkan busurnya.
Setelah tiga jam terjebak dalam kerumunan "orang orang yang menang dan fitri" itu, saya sampai di rumah jam satu dini hari. Sementara di masjid dekat rumah beberapa jamaah sedang membersihkan masjid dan menyiapkan untuk pelaksanaan sholat Idul Fitri esok hari.
Taqobbalallahu minna wan minkum, shiamana wa shiamikum. Kullu aamin wa antum bikhoirin - Minal aidin wal faizin... Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1433 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar